PALANGKA RAYA-Debat kedua Pilgub Kalteng tetap dilaksanakan tanpa hadirnya calon gubernur (cagub) nomor urut 2 Sugianto Sabran. Peserta debat hanya diikuti oleh paslon nomor urut 1 Ben Brahim S. Bahat – Ujang Iskandar melawan calon wakil gubernur (cawagub) Klateng nomor urut 2 Eddy Pratowo. Debat yang dipandu oleh moderator Anisha Dasuki dilaksanakan di Studio MNCTower, Jalan kebon Sirih Menteng, Jakarta Pusat, tadi malam (19/11).

Kedua paslon sama-sama tampil gemilang. Edy Pratowo meski tampil sendiri terlihat menguasai materi debat kali ini. Pun begitu dengan Ben Brahim-Ujang Iskandar yang beberapa kali melontarkan pernyataan mengenai kondisi infrstruktur Kalteng. Dalam debat kali ini, moderator juga menyajika segmen gambar berbicara, paslon nomor urut 1 disuguhkan gambar permukiman yang terendam banjir, sedangkan paslon nomor urut 2 ditunjukan gambar aktivitas penambangan emas di sungai. Terhadap kasus banjir di Kalteng paslon nomor urut 1 menyebutkan penyebab banjir ini bermacam-macam. Sebab yang pertama adalah saluran, kemudian infrastruktur yang kurang baik termasuk hutan sudah gundul. “Kalteng ini semuanya kelapa sawit monokultur, sudah saatnya saya rasa kita harus menanam tanaman yang lain agar supaya meresap air agar tidak terjadi banjir, kemudian perlu adanya reboisasi penanaman kembali terhadap hutan hutan yang gundul,” tambah Ujang. Sementara itu, mengenai materi debat terkait ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kalteng, paslon Ben-Ujang menyebutkan akan melakukan tiga langkah dalam memulihkan ekonomi yakni jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jangka pendek pihaknya telah menyoaplan BPJS gratis, beasiswa kemudian BLT, sembako dan 50.000 lapangan kerja termasuk kegiatan padat karya. Jangka menengah, akan menaikkan harga karet dan rotan dan membantu petani. “Jangka panjangnya infrastruktur, pelabuhan jalan dan sebagainya, pelabuhan kita masih tergantung kepada Kalsel dan belum mandiri,” tegasnya. Sedangkan, dalam rangka memajukan desa, Ben menyebutkan hal ini harus ditangani secara khusus, selain dana desa pihaknya juga akan mendukung dengan anggaran dana desa dari APBD. Tidak hanya diserahkan kepada kabupaten/kota tetapi juga provinsi harus ikut. “Supaya desa tertinggal ini dapat bangkit dan dapat tumbuh ekonominya, adanya sinergitas antara provinsi dengan kabupaten untuk menangani desa-desa tertinggal,” singkatnya. Sementara itu, calon wkail gubernur nomor urut 2 Edy Pratowo yang terlihat sangat menguasai arena debat kali ini mengatakan akan terus memajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalteng yang berkelanjutan dengan kerja nyata. "Terutama pembangunan infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia yang cerdas sehat dan berdaya saing," katanya. Menurutnya, pemahaman menyeluruh dari dinamika pembangunan ditambah pengalaman menjalankan roda pemerintahan baik dalam skala provinsi dan kabupaten, sebagai modal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalteng secara merata dan berkeadilan. Argumentasi dan bersilang pendapat merupakan bagian dari demokrasi dengan tetap menghormati keberagaman yang ada, punya niat yang baik dan bekerja nyata serta iklas untuk kepentingan masyarakat. "Kita ingin Kalteng makin Berkah. Yang sudah baik akannterus dipelihara dan diringkatkan. Yang belum tersedia kita adakan dnegan tetap memacu perayaan pembangunan agar kehidupan makin baik dan Berkah," tegasnya. Program yang ditawarkan Paslon 2 adalah meningkatkan sektor ekonomi. Sehingga program ketahanan pangan nasional dari pemerintah pusat, konsepnya tersebar diseluruh kabupaten kota di Kalteng. Program itu akan menginventarisir potensi apa saja yang dimiliki dan terintegrasi mulai dari hulu (Petani) dan hilir (Industri), sehingga masyarakat yang bekerja pada sektor yang terintegrasi dengan sapi sawit tentu akan dibarengi industri pengolahannya. Bidang pertanian padi juga dapat dibarengi dengan rice mining unit yang akan memproduksi hasil pertanian. Tentu tetap melihat pada potensi kewilayahan. Kalteng kaya akan sumber daya alam, sehingga perlu melihat potensi yang ada. Program tetsebutnjug akan menerima dampak positif bagi masyarakat, karena mereka diberdayakan. Bukan diperdayakan. Mereka dlibatan sehingga akan menciptakan lapangan kerja.(sumber:Kalteng Pos)

Posted in Berita on Nov 22, 2020