PALANGKA RAYA-Debat publik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng berlangsung seru. Sama seperti pertemuan debat kedua, calon wakil gubernur nomor urut 2 Edy Pratowo tampil sendiri meladeni paslon nomor urut 1 Ben Brahim S Bahat-Ujang Iskandar. Tiga hari menjelang masa tenang, kedua paslon sama-sama tampil “Garang” dan saling serang pada debat pamungkas yang dipandu oleh Herdina Suherdi dilaksanakan di Swissbel Hotel, Palangka Raya, tadi malam (2/12). Debat terakhir telah dilaksanakan tadi malam di Hotel Swisbel Palangka Raya, Rabu (2/12). Ketua Komisioner KPU Kalteng Harmain Ibrohim mengatakan, dari debat publik ketiga ini harapannya masyarakat akan semakin memantapkan dan meyakinkan pilihan masyarakat pada saatnya nanti 9 Desember. Pihaknya meyakini, para putra daerah Bumi Tambun Bungai ini dapat memberikan yang terbaik dan melaksanakan debat sesuai dengan aturan. Debat kali ini mengusung tema reformasi birokrasi, penegakan hukum dan kualitas pelayanan publik Kalteng.“Melalui debat ini akan dapat dilihat visi, misi, program dan adu gagasan serta argumen dengan cara terbaik dari masing-masing paslon, termasuk kiat untuk meningkatkan pelayanan publik untuk masyarakat Kalteng,” katanya saat menyampaikan sambutan pada debat pamungkas tadi malam. Diungkapkannya, tidak lama lagi tahapan kampanye akan berakhir dan akan memasuki masa tenang selama tiga hari yang akan dimulai pada 6 hingga 8 Desember. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada seluruh pasangan calon (paslon) dan tim kampanye agar membersihkan alat peraga kampanye (APK) di beberapa ruas jalan yang masih terpasang. “Kami yakin para paslon dan tim kampanye akan mentaati peraturan ini,” tegasnya. Rangkaian debat tadi malam dimulai dengan penyampaian visi dan misi sesuai tema yang ditentukan, paslon nomor urut 1 mendapat kesempatan menyampaikan visi dan misinya pertama kali. Cawagub nomor urut 1, Ujang Iskandar menyampaikan bahwa indeks kepuasan masyarakat dalam pelayanan publik di Kalteng masih rendah. Hal itu dipengaruhi oleh kualitas penyelenggara pelayanan publik yang belum optimal, sistem dan proses penyelenggaraan publik berbelit-belit dan rumit, pengawasan internal dan eksternal tidak berjalan maksimal serta keterlibatan aktif masyarakat dalam penyelenggaraan publik juga belum terakomodir. “Selain itu upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan kewenangan juga sangat minim, ini mempertegas wajah pelayanan publik kita yang kurang akomodatif dan responsif terhadap kepentingan masyarakat,” katanya. Pihaknya menyebut kerap menyaksikan perbedaan kualitas antara pelayan publik pemerintahan dan pelayanan swasta yang menekankan kepuasan pelanggan sebagai prioritas utama. Untuk itu, apabila ke depan paslon nomor urut 1 ini diberi amanah menjadi gubernur dan wagub Kalteng, maka salah satu prioritas utama yakni memastikan pelayanan publik dilakukan secara prima. Penegakan hukum pun juga belum memenuhi aspek keadilan. Untuk itu, Kalteng perlu pemimpin yang memiliki komitmen kuat untuk mengabdi kepada masyarakat. Pemimpinnya siap dan menjadikan kepentingan masyarakan dan kesejahteraan Kalteng diatas kepentingannya. Selanjutnya, berkenaan dengan pemberantasan narkoba di Bumi Tambun Bungai ini, Ujang menyampaikan akan meningkatkan koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota dengan aparat keamanan dalam hal ini BNN dan kepolisian. Termasuk kerjasama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat dari tingkat terkecil mulai dari RT. Berkenaan dengan strategi pelayanan publik di era adaptasi kebiasaan baru, pihaknya akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, dalam waktu 1x24 jam pihaknya akan memberikan informasi dan komunikasi yang aktif dengan masyarakat. Pihaknya juga akan membuka unit-unit pelayanan di seluruh kabupaten/kota yang ada di Kalteng. Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Nomor urut 2 H Edy Pratowo mengatakan bahwa sesuai dengan tema reformasi birokrasi, penegakan hukum dan kualitas pelayanan publik di Kalteng maka inti dari kepemimpinan adalah pelayanan. “Tugas pokok birokrasi dalam semua lavel pemerintahan adalah bekerja sepenuh hati untuk melayani publik dan orientasi kesejahteraan bagi semua masyarakat,” kata Edy Pratowo. “Terkait program prioritas kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, melalui aparatur pemerintahan birokrasi yang baik, inovatif, transparan dan kolaboratif,” terangnya. Yang lebih penting lagi menurut Bupati Pulang Pisau dua periode ini dalam membangun bidaya kerja birokrat yang responsif terhadap kebutuhan warga melalui perluasan partisipasi publik. Pada saat yang sama juga meningkatkan fungsi tata kelola ruang provinsi Kalteng,menjamin kepastian hukum, penggunaan iklim investasi melalui pelayanan terpadu melalui PTSP, sehingga memberikan jaminan dan rasa aman serta proses birokrasi yang mudah. Pada debat terakhir ini, calon gubernur (cagub) dari nomor urut 2 Sugianto Sabran kembali tidak hadir, mengingat menjelang debat kedua beberapa waktu lalu Sugianto Sabran dinyatakan terkonfi rmasi positif Covid-19. Namun, kemarin sore, hasil tes swab cagub ini dinyatakan negatif. Hal ini juga disampaikan langsung oleh Sugianto melalui video pendek yang telah beredar di media sosial. Pihaknya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalteng, lantaran tidak dapat mengikuti debat terakhir tadi malam. “Alhamdulillah, keadaan saya sehat wal afiat dan hasil pemeriksaan kesehatan terakhir menunjukkan kabar menggembirakan,” katanya. Namun, lanjut dia, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat Bumi Tambun Bungai, pihaknya tetap memutuskan untuk tidak hadir pada debat pamungkas sampai menunggu hasil swab berikutnya. “Saya harap masyarakat Kalteng bisa memaklumi keadaan ini,” pungkasnya.(Sumber:Kalteng Pos)

Posted in Berita on Dec 04, 2020